Sabtu, 22 Juni 2013

OXYGEN




PEMBUATAN OXYGEN 
Secara teknis, oksigen di dapat dari udara yang dicairkan. Kemudian dengan 
cara elektrolisa, campuran udara cair dan air dipisahkan oleh oksigen. Masalah 
yang sulit adalah antara Nitrogen dan Oksigen . Nitrogen titik didihnya lebih 
besar, dan titik didih kedua gas tersebut hanya berbeda 13 derajat celcius saja. (Oksigen = -183 
derajat celcius dan Nitrogen = -196 derajat celcius),  sehingga perlu pemurnian oksigen  dilaksanakan 
secara berulang-ulang. Kemurnian yang dapat dicapai sampai 99,5 % dan 
kemudian dimanfaatkan dalam tangki-tangki baja dengan tekanan kerja antara    
15-30 atm.       
Keuntungan pemakaian oksigen adalah keadaan oksigen yang cukup cair tersebut, 
dapat dipertahankan  pada tangki penyimpan dan mudah  pada saat pengangkutan. 
Pada saat dibutuhkan dengan menggunakan alat  (Gasificator) , oksigen cair 
dijadikan oksigen gas, dengan  tekanan yang besar  kemudian oksigen gas tersebut 
disimpan pada botol-botol baja.

LAS OXY-ACETYLENE


LAS OXY-ACETYLENE
Las Oxy-Acetylene (las asetilin) adalah proses pengelasan secara manual,
dimana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencair
oleh nyala (flame) gas asetilin (yaitu pembakaran C2H2 dengan O2), dengan atau
tanpa logam pengisi, dimana proses penyambungan tanpa penekanan.
Disamping untuk keperluan pengelasan (penyambungan) las gas dapat juga
dipergunakan sebagai : preheating, brazing, cutting dan hard facing. Penggunaan
untuk produksi (production welding), pekerjaan lapangan (field work), dan
reparasi (repair & maintenance).
Dalam aplikasi hasilnya sangat memuaskan untuk pengelasan baja karbon,
terutama lembaran logam (sheet metal) dan pipa-pipa berdinding tipis. Meskipun
demikian hampir semua jenis logam ferrous dan non ferrous dapat dilas dengan
las gas, baik dengan atau tanpa bahan tambah (filler metal).
Disamping gas acetylene dipakai juga gas-gas hydrogen, gas alam, propane,
untuk logam–logam dengan titik cair rendah. Pada proses pembakaran gas-gas
tersebut diperlukan adanya oxygen. Oxygen ini didapatkan dari udara dimana
udara sendiri mengandung oxygen (21%), juga mengandung nitrogen (78%),
argon (0,9 %), neon, hydrogen, carbon dioksida, dan unsur lain yang membentuk
gas.